BAB mengetahui respon masyarakat dengan kantong plastic berbayar –

BAB
I

PENDAHULUAN

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

1.1  latar belakang

permasalahan terbesar di Indonesia adalah sampah,
terdapat 70% sampah berbentuk plastik . seperti apa yang kita ketahui bahwa
plastic susah untuk diurai , butuh waktu puluhan tahun untuk terurai. Maka
dari itu kita harus mulai mengurangi pemakaian sampah plastic. Banyak upaya
yang sudah dilakukan pemerintah untuk menanggulangi sampah plastic, salah
satunya adalah dengan memberlakukan tarif bagi konsumen yang berbelanja dan
ingin menggunakan kantong plastic untuk membawa barang belanjaan. Saya sangat
setuju dengan adanya pemberlakuan tarif kantong plastic ini. Karena menurut
saya cara ini sudah lumayan efektif dalam mengurangi penggunaan plastic. Dengan
memberlakukan tarif maka orang-orang yang ingin berbelanja pun mungkin akan
membawa ecobag agar tidak terkena
tarif untuk penggunaan plastic dan bisa menghemat biaya dalam berbelanja. Maka
dari itu pemerintah harus gencar melakukan upaya ini ke tiap-tiap daerah di
Indonesia. Karena semakin banyak yang mengikuti upaya pemerintah ini maka akan
semakin sedikit pula sampah plastic di Indonesia.

 

1.2  tujuan

–         
mengetahui
penyebab adanya peraturan membayar plastik

–         
mengetahui
permasalahan kantong plastic berbayar

–         
mengetahui
respon masyarakat dengan kantong plastic berbayar

–         
mengetahui
solusi untuk kedepannya

–         
mengetahui
dampak postif dari plastic berbayar

           

 

1.3  pertanyaan

–         
apa
pendapat masyarakat terhadap hal tersebut ?

–         
apa
penyebab timbulnya masalah tersebut?

–         
Apa
dampak positif dari masalah itu?

–         
Apa
solusi dari permasalahan tersebut?

                  

BAB
II

ISI

            Seperti yang kita ketahui di
Indonesia terdapat kebijakan plastic berbayar. Saya setuju dengan kebijakan
tersebut karena penyebab pemerintah memberlakukan kebijakan teersebut adalah
bertambahnya sampah plastic yang ada di Indonesia. Respon masyarakat umtuk
kebijakan ini berbagai macam ada yang setuju dan tidak setuju ada juga yang
membuat lelucon. Contohnya adalah :

 Mengubah Perilaku Konsumsi melalui Kantong
Plastik Berbayar

Safendrri
Ragamustari memiliki
pendapat yang berbeda. Keputusan pemerintah ini memang menuai pro dan kontra
tapi tentu saja tujuan akhirnya adalah mengurangi volume penggunaan plastik.
Safendrri menilai saat ini manusia, khususnya di Indonesia, sudah tidak lagi
peduli akan kondisi bumi. Membuang sampah sembarangan seolah menjadi norma yang
wajar. Dengan pemberlakuan aturan ini, ia menilai secara langsung dan mau tidak
mau masyarakat selalu diingatkan untuk berpikir ulang mengenai pola konsumsi
sehari-hari. Dengan begitu, secara perlahan masyarakat dapat mengubah perilaku
konsumsinya melalui kebijakan ini.

Pro dan kontra kebijakan plastic berbayar :

1. Plastik Berbayar, Sebuah Kebijakan ala Rokok

Jimin Andri Sarosa melihat ada persamaan antara kebijakan kantong
plastik berbayar ini dengan kebijakan untuk mengurangi konsumsi
rokok. Konyol adalah kata yang tepat untuk mencerminkan kebijakan
ini. Menurutnya, pemerintah secara arogan mengorbankan masyarakat (konsumen)
untuk membayar, padahal pemerintah tidak memiliki solusi alternatif. Alhasil,
segala kebijakan yang dibuat menjadi mubazir.

2. Kurangi Plastik, Korbankan Pohon(?)

Ketika
peraturan ini mulai diberlakukan, ada banyak cara yang dilakukan pelaku bisnis
pasar modern untuk tetap melayani pelanggannya. Salah satunya adalah mengganti
plastik dengan kardus bekas untuk pelanggan yang berbelanja dalam jumlah cukup
besar. Indra Furwita menyatakan
bahwa kebijakan ini seperti dua mata pisau yang tajam. Ketika plastik dikurangi
penggunaannya, bahan lain seperti kertas atau kardus malah diperbanyak.

Padahal,
bahan baku pembuat material tersebut adalah kayu atau pohon. Secara tidak
langsung kebijakan ini selain menekan penggunaan plastik, justru malah
mematikan banyak pohon. Kendati demikian, ia optimistis akan banyak industri
kreatif yang memanfaatkan momentum ini. Bisa saja muncul kantong belanja
multifungsi dengan desain yang kreatif dan bermanfaat.

BAB III

PENUTUP

3.1
Kesimpulan

Pada permasalahan diatas dapat disimpulkan
bahwa kebijakan plastic berbayar memang belum 100% mengatasi masalah sampah
yang ada di Indonesia. Tetapi dari data yang didapat terjadi penurunan sampah
plastic kurang lebih 35% teatpi setelah itu penurunannya hanya sedikit sekitar
11%. Banyak masyarakat yang kontra dengan kebijakan tersebut dikarenakan kurang
efektif dan efisien. Tetapi banyak juga masyarakat yang pro dengan kebijakan
tersebut karena ingin mengurangi permasalahan sampah yang ada di Indonesia ini.

3.2
Solusi

            Solusi dari
permasalahan ini adalah perlu adanya sosialisasi ke masyarakat untuk memgubah
plastic menjadi eco bag. Selain mengurangi sampah eco bag juga bisa meringankan
masyarakat untuk berbelanja di supermarket. Seperti kebijakan di india Bagi masyarakat
yang berbelanja segala jenis barang dan makanan harus menyediakan kantong dari
rumah. Kebanyakan mereka membawa kantong kain besar sebelum pergi berbelanja.
Dan itu berlaku di seluruh kota-kota di india. Hebat bukan? .Tentunya
diperlukan kesadaran tingkat tinggi untuk menerapkan kebijakan tersebut. Selama
saya tinggal di sana tidak ada masyarakat yang protes mengenai kebijakan
tersebut. Mungkin masih ada satu dua toko yang memberikan kantong belanjaan
bagi konsumen. Kemungkinan toko tersebut milik orang asing atau memang milik
orang lokal yang memiliki pengecualian tertentu dalam menerapkan kebijakan.
Tetapi pada umumnya mereka tertib dengan penggunaan kantong belanjaan pribadi
sebelum datang ke toko.

3.3
Saran

            Saran dari saya adalah perlu adanya
sosialisasi kepada masyarakat dari pemerintahan dan peraturan yang tegas.

x

Hi!
I'm Brenda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out