Over Fishing dan Utang Ekologis yang Belum Tuntas Secara

Over
Fishing dan Utang Ekologis yang Belum Tuntas

 

Secara sederhana, over fishing dapat diartikan sebagai kegiatan
penangkapan ikan secara berlebihan sehingga mengganggu keseimbangan ekosistem. Over fishing atau penangkapan ikan
berlebih merupakan bentuk eksploitasi berlebihan terhadap populasi ikan.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Jika berbicara tentang
isu over fishing, maka poin
terpenting yang menjadi kata kunci dalam kasus ini tentu saja adalah
penangkapan ikan. Penangkapan ikan sesungguhnya bukanlah sebuah masalah. Sejak
zaman dahulu, aktivitas penangkapan ikan telah menjadi budaya maritim dari
manusia di bumi sebagai penghuni planet yang lebih dari 70 persennya ditutupi
oleh air, dimana 97% dari air tersebut adalah air asin di samudera yang menjadi
rumah bagi populasi makhluk laut terutama ikan. Secara naluriah, penangkapan
ikan mulanya dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan pangannya, dan seiring
berkembangnya zaman penangkapan ikan juga mulai dilakukan dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan ekonomi. Namun pada perkembangan selanjutnya, penangkapan
ikan mulai berevolusi menjadi masalah ketika kegiatan tersebut dilakukan secara
berlebihan (over).

Untuk mencari tahu akar
penyebab dari masalah terkait over fishing, tentu saja harus dilakukan
penelusuran terhadap food chain
(rantai makanan) di ekosistem laut. Pada rantai makanan di ekosistem laut,
ikan-ikan besar atau predator buas seperti paus, hiu, pari dan lain sebagainya
biasanya berada di puncak rantai makanan sebagai konsumen kuarter. Ikan-ikan
berukuran sedang seperti tuna, ikan kod, atau salmon menjadi konsumen tersier
yang memangsa konsumen primer berupa ikan-ikan atau organisme lainnya yang
berukuran lebih kecil seperti sarden, teri atau udang. Dibawahnya terdapat zooplankton seperti moluska, serangga
dan beberapa jenis ikan kecil yang berperan sebagi konsumen primer, sedangkan phytoplankton yang memperoleh energi
dari sinar matahari, berfungsi sebagai produsen yang menjadi sumber energi
terbesar bagi organisme-organisme laut. Selain organisme-organisme laut di atas,
terdapat pula dekomposer yang menguraikan sisa-sisa organisme laut yang telah
mati menjadi ukuran yang lebih kecil agar dapat dimanfaatkan juga oleh phytoplankton. Disamping itu, jangan
lupakan posisi manusia yang secara tidak langsung berada di tingkat yang lebih
tinggi di rantai makanan tersebut sebagai konsumen tingkat tertinggi.  

Berdasarkan hubungan
makan memakan pada rantai makanan di ekosistem laut yang dijelaskan di atas,
dapat dilihat hubungan antara masing-masing organisme laut yang saling
mempengaruhi satu sama lainnya. Ikan-ikan besar dan sedang (hiu, paus, tuna,
kod, dan lain-lain) adalah target utama dalam penangkapan ikan secara
besar-besaran. Penangkapan yang dilakukan secara berlebihan terhadap jenis-jenis
ikan tersebut dapat mengurangi jumlah populasi ikan-ikan tersebut secara
drastis. Menurunnya jumlah jenis-jenis ikan tersebut dapat mempengaruhi
populasi organisme laut lainnya.

x

Hi!
I'm Brenda!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out